Selasa, 29 Maret 2016

Bahasa indonesia 2

1.Pengertian penalaran.evidensi,proposisi, inferensi dan implikasi

Penalaran
Penalaran adalah sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi. Contoh saja kalau kita sedang berkendara dan terjebak di derasnya hujan, apakah yang akan kita lakukan?disitulah nalar kita bekerja. mencari sebuah solusi agar kita bisa terhindar dari derasnya hujan dengan cara memikirkan sesuatu yang bisa dipakai untuk berteduh


Definisi Implikasi
Implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Banyak dari kesimpulan sebagai hasil dari proses berpikir yang logis harus disusun dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tercakup dalam evidensi (=implikasi), dan kesimpulan yang masuk akal berdasarkan implikasi (=inferensi)

Definisi inferensi
Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference dipelajari dalam bidang logika.
Inferensi manusia (yaitu bagaimana manusia menarik kesimpulan) secara tradisional dipelajari dalam bidang psikologi kognitif, kecerdasan buatan para peneliti mengembangkan sistem inferensi otomatis untuk meniru inferensi manusia.inferensi statistik memungkinkan untuk kesimpulan dari data kuantitatif.

Definisi Proposisi 
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan,dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.

Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran.
Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya.
Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan).

2. Bagaimana cara menguji data,fakta dan menilai autoritas

Cara menguji Data, Fakta, dan Autoritas
a) Cara menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut :
-  Observasi
-  Kesaksian
-  Autoritas

b) Cara menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang diperoleh adalah fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut ada dua tingkat. Yang pertama untuk meyakinkan bahwa semua bahan data tersebut adalah fakta. Yang kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
Cara menguji fakta ada dua yaitu :
-  Konsistensi
-  Koheresi

c) Cara menguji Autoritas
Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :

-  Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

-  Pengalaman dan pendidikan autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasilpenelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

-  Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.

-  Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.

3. Mengapa penalaran menjadi komponen penting dalam menyusun sebuah penelitian

 Penalaran penting buat merencanakan sesuatu pengetahuan dalam mengambil keputusan dan  bagi sebuah organisasi untuk mecari kesimpulan karena berpikir . selain itu penalaran juga hampir mirip dengan logika

4. Jelaskan perbedaan berfikir deduktif dan berfikir induktif. Dan berikan contoh

·         Deduktif 
 Cara berfikir deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta – fakta yang bersifat yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksif. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal – hal yang khusus atau hal –hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hokum menuju kepada hal – hal yang kongkrit.

Contohnya : 
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media – media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi social dan penanda status social.

·         Induktif 
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh paragraf Induktif: 
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.



Referensi   :



Senin, 04 Januari 2016

Contoh Proposal Kegiatan


PROPOSAL
            Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanyadi detailkan dalam proposal bisnis:

1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai

tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebuah proposal harus menyajikan hal-hal berikut :

1. Latar belakang
2. Masalah
3. Tujuan
4. Sasaran
5. Pelaksanaan
6. Jadwal Pelaksanaan
7. Anggaran Pelaksanaan
8. Penutup

PROPOSAL KEGIATAN
“ KEGIATAN PERGELARAN MUSIK DI KOREA “

I.    LATAR BELAKANG ( DASAR PEMIKIRAN )
      Setiap negara mempunyai tradisi atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Begitu banyak budaya di dunia yang mempunyai ciri khas tersendiri seperti tari dan kesenian, sebagai seorang seni mereka mampu belajar terus menerus karena bagi mereka seni adalah hidup mereka dan tanpa seni dunia ini sunyi.
      Dengan semakin berkembangnya budaya luar negri terutama Korea yang masuk ke negara Indonesia. Generasi muda yang mengidolakan artis idolanya mempunyai kelompok tersendiri dari acara music sampai seni peran. Secara tidak sadar generasi muda di negara ini akan melupakan budayanya. Masih ada beberapa generasi muda yang tertarik dengan budaya Indonesia, dengan demikian sangat di sayangkan jika mahasiswa membuat festifal budaya asing saja. Hal tersebut memberi inspirasi kepada kita untuk menyatukan budaya seni. Memberi tempat untuk masyarakat kita berkaraya tanpa batas. Karya seni yang indah berbentuk pertunjukan memberikan perhatian yang besar dibanding memperkenalkannya dengan berbagai teori. Sebagi Universitas yang masuk ranking Nasional bahkan dunia dan sudah menjadikan mahasiswa yang berprestasi maka kami berinspirasi untuk menyatukan keindahan seni Indonesia dengan Korea Selatan.

 II.     TUJUAN
Adapun tujuan dari acara yang di buat tersebut, yaitu :
  1. Memperkenalkan budaya seni tari kepada mahasiswa terhadap budayanya sendiri dan budaya korea selatan
  2. Memberi semangat dan menumbuhkan bakat kepada mahasiswa untuk berkreasi dan mencintai budaya tari
  3.  Menjalin pertemanan dengan komunitas pencinta budaya Indonesia dan Korea Selatan
  4. Meningkatkan skill demi daya saing dengan negara lain
  5. Mempemudah pasar music Indonesia di Asia

 III.   BENTUK KEGIATAN
  1. Menampilkan alat music tradisi Indonesia, seperti : gamelan, gong, angklung, gendrum, kecapi, suling kendang, kolintang dan alat music dari korea selatan yaitu : Gayageum, Haegeum, Daegeum, SogeumJing,  Pungmulbuk, Bak, Pyeonjong, Teukjeon
  2. Menampilkan nanyaian, tari – tarian Menampilkan pertunjukan wayang, menampilkan sinden
  3. Lomba tari dan dance
  4. Fashion show busana ciri khas Indonesia dan Korea Selatan
  5. Pameran Foto budaya Indonesia dan kerajinan tangan seperti ukiran dan anyaman
  6. Jajanan makanan khas Indonesia dan Korea Selatan
  7. Bintang tamu : Pemenang konsestan audisi dance Jogjakarta
 IV.   PESERTA
Peserta pada kegiatan ini terdiri dari :
  1. Mahasiswa yang berada di Gunadarma, sebagai panitia dan pengisi acara
  2. Bintang tamu yang berperan mengisi acara hiburan
  3. Masyarakat yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia dan Korea
 V.   WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Waktu yang di rencanakan adalah pada awal bulan maret 2012, pelaksanaan di mulai pukul 09.00 – 17.00 di Universitas Gunadarma Kalimalang(J1) yang menjadi tuan rumah acara ini.

VI.  SUSUNAN PANITIA
  1. Forum mahasiswa sejabotabek
  2. Panitia Universitas Gunadarma
 VII.  ANGGARAN KEGIATAN 
Pendapatan Anggaran akan di bicarakan dengan pihak yang terkait dari tuan rumah Universitas Gundarma
Sumber dana :
  1. Universitas Gunadarma’
  2. Departemen kebudayaan Indonesia dan Korea Selatan
  3. Donatur Pribadi
 VIII.  PENUTUP
Demkian proposal kegiatan ini semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengharapkan dukungn dan partsipasi bapaik dan ibu. Atas perhatian bapak ibu kami ucapkan terima kasih.

Referensi  :
-  http://tugasmanajemen.blogspot.co.id/2011/06/contoh-proposal-pergelaran-musik.html
-  https://setevy.wordpress.com/2012/04/22/proposal/

Demkian proposal kegiatan ini semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengharapkan dukungn dan partsipasi bapaik dan ibu. Atas perhatian bapak ibu kami ucapkan terima kasih. Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Senin, 16 November 2015

Bahasa Indonesia



Bahasa Indonesia

        Bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan kebiasaan orang banyak, ataupun sesuai dengan norma serta peraturan yang berlaku di masyarakat kita. Contohnya saja, saat kita nongkrong di kafe dengan teman-teman, maka bahasa yang digunakan menurut norma yang berlaku adalah bahasa santai yang membuat suasana cair. Begitu juga ketika kita sedang berbicara dengan guru ataupun dosen di kelas, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa yang resmi dan sopan.

1.    Bahasa merupakan alat komunikasi yang merupakan system lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap. Jadi jika dilihat dari pengertian bahasa itu sendiri maka pribahasa “Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang” dapat dipahami sesuai dengan arti setiap katanya.

Dalam peribahasa “Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang” makna yaitu kita harus menjaga tutur bahasa kita terhadap orang lain, banyak orang yang suka berkomunikasi kurang baik dan dapat menyakiti perasaan orang lain Untuk itu kita sebagai makhluk yang memiliki akal fikiran sepantasnya menjaga tutur bahasa yang baik agar tidak terjadi kesalah pahaman ataupun orang yang merasa tersinggung.

2.    Buat karangan singkat mengenai penggunaan bahasa Indonesia dikalangan masyarakat/keluarga anda ?
Bagi saya penggunaan bahasa didalam masyarakat/keluarga itu sangat efektif, dikarenakan semua kalangan luas biasa memahami bahasa Indonesia itu sendiri dengan baik dan hampir 90% masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia. Baik dikalangan masyarakat dan juga keluarga.

Sebutkan Kelemahan dan kelebihan bila kita mempelajari bahasa indonesia
Kelemahan :
-         terlalu banyak bahasa yang tidak baku
-         Bahasa yang cukup sulit dipelajari bagi orang luar negri
-         Penggunaan bahasa indonesia yang baku membuat pemikiran seseorang terhadap kita menjadi kaku 

Kelebihannya :
-        Cukup mudah dipelajari oleh masyarakatnya sendiri
-       Dapat menggunakan bahasa sesuai dengan wadahnya(dengan siapa kita berbicara)
-       Sarana pengembangan penalaran,dan Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia.

Nama         : Suatmaji Pratikto
Npm           : 18113651
Kelas          : 3KA27



Referensi    : http://media-online.id/2014/08/bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar.html